Newcastle United dan Alan Shearer yang Saling Melengkapi

Newcastle United dan Alan Shearer yang Saling Melengkapi

Agen bola terpercaya menuturkan bahwa pada 8 Agustus 1999 harusnya menjadi hari tanpa cela untuk Alan Shearer. Dia melakoni pertandingan ke 100-nya dengan Newcastle United. Nahasnya, catatan itu ternodai dengan kartu merah perdana dan terakhir yang didapatkan disepanjang karirnya. Sebanyak 260 gol dia cetak dari 440 pertandingan, menjadikan Shearere tak hanya sebagai pencetak gol terbanyak, namun juga top skor Liga Primer sepanjang masa. Tentu saja, ada banyak pihak yang sebetulnya dapat dikatakan ikonik saat membawah Newcastle United serta Liga Primer. Misalnya saja Mike Ashley dan Sir Bobby Robson. Agen bola terpercaya menjelaskan, Shearer bergabung ke skuat muda Southampton saat baru menginjak 16 tahun. Dua musim berselang, dia dipromosikan ke skuat inti. Selang 4 tahun kemudian, Shearer bergabung dengan Blackburn Rovers.

Agen bola SBOBET menjelaskan, di tim inilah Shearer langsung naik namanya. Dia jadi bagian vital dari kesuksesan Blackburn menjadi juara Liga Primer musim 1994 silam dengan mencetak 34 gol. Pada 300 Juli 1996, Shearer resmi bergabung dengan Newcastle. Dia didatangkan dengan mahar 15 juta pounds, menjadi rekor kepindahan dunia saat itu. Kisah kembalinya pria asli Newcastle itu yang membuat nama Shearer semakin membumbung. Terlebih lagi dia diketahui menolak tawaran yang diberikan Sir Alex Ferguson demi bergabung ke Manchester United. Selain ketajamannya di depan gawang tim lawan, kualitas Shearer ialah ketenanganannya. Dia nyaris tak pernah terlibat dalam pertikaian atau melakukan pelanggaran yang tidak berguna.

Agen Bola Terpercaya Kagum Dengan Perjalanan Karir Alan Shearer Sebagai Pesepakbola

Menurut catatan agen bola online, Shearer pernah sekali dikartu merah oleh wasit (dan satu kali mengartumerah wasit), foto alan sheareryaitu pada laga pembuka Liga Primer 1990 kontra Aston Villa pada tanggal 8 8 Agustus 1999. Lebih sialnya lagi, kejadian itu terjadi dalam salah satu kejadian yang paling tak ideal, yakni laga ke 100 Shearer dengan Newcastle United. Tim arahan pelatih Riid Gullit itu sebetulnya mendominasi jalannya pertandingan. Tandukan Alain Goma membentus mistar dan Aston Villa mesti berterimakasih pada kiper mereka, David James yang banyak melakukan penyelamatan hebat.

Titik balik terjadi di menit ke 71. Perebutan bola antara Shearer dan Colin Calderwood membuat Shearer harus keluar lapangan lebih awal. Selang 5 menit kemudian, Julian Joachim menciptakan gol kemenangan untuk Villa. Bagaimanapun juga, kartu merah itu tak mengurangi kehebatan Shearer di depan mata pendukung Newcastle. Shearer masih dipuja, salah satu bakat lokal yang wajib dibanggakan. Shearer sendiri tak menyesal saat menolak penawaran tim besar dan memilih membela tim dari kampung halamannya, sekalipun dia tak pernah menggapai gelar apapun lagi semenjak menjadi juara bersama Blackburn Rovers. Newsactle dan Shearer memang tidak sempurna, tapi mereka justru saling melengkapi. “Saya akhirnya pulang ke rumah. Saya bermain untuk tim yang saya dukung. Itulah mimpi semua anak kecil,” ujar Shearer seperti dilansir agen bola terpercaya.

Masteragenbola.com, agen bola sbobet terpercaya

Komentar