Spanyol Yang Tidak Lagi Seperti Banteng Marah

Spanyol Yang Tidak Lagi Seperti Banteng Marah

Agen bola terpercaya menuturkan bahwa untuk timnas Spanyol, julukan yang mereka dapatkan berhubungan langsung dengan gaya bermain, teknik, dan penampilan. Agen bola terpercaya menjelaskan, pada era 80-an timnas Spanyol dikenal lantaran gaya permainannya yang langsung, mengandalkan fisik, dan terus menekan. Tidak jarang pemain Spanyol tampil gradakan saat bola tak dalam penguasaannya. Hal tersebut membuat Spanyol terlihat bak banteng marah, sehingga para pecinta sepakbola Spanyol memberikan julukan “La Furia Roja” atau Si Merah yang Marah. Kemudian datangkan Johan Cruyff, pelatih asal Belanda tersebut dipercaya melatih Barcelona pada tahun 1988. Kemudian yang terjadi setelahnya ialah secara drastis dia merubah wajah sepakbola Spanyol.

Cruyff menggunakan gaya permainan yang belum pernah digunakan di Spanyol. Agen bola SBOBET mengatakan, ia mengadaptasi skema Total Football-nya Belanda kedalam formasi 3-4-3. Hasilnya adalah, Barcelona merengkuh 11 trofi hanya dalam kurun waktu 8 musim. Tidak heran bahwa banyak media memberikan julukan ‘Dream Team’ kepada Cruyff dan Barcelona. Seketika itu, budaya sepakbola Spanyol juga berubah. Ada perubahan identitas. Dari yang semula ‘La Furia Roja’ kini jadi ‘La Roja’ saja. Pemain timnas Spanyol juga mulai menguasai bola lebih lama. Dan ketika kehilangan bola, Spanyol tak lagi tampil gradakan. Sangat menarik bagaimana mereka begitu fokus dengan keunggulan statistik pada pertandingan.

Agen Bola Terpercaya Klaim Timnas Spanyol Menjadi Salah Satu Tim Unggulan Di Piala Dunia 2018 Nanti

Untuk Spanyol, statistik tersebut penting, jadi tidak heran bila Spanyol berlaga, kita bakal melihat penguasaan bola yang foto sergio ramos dan david de geatinggi dari lawannya, jumlah umpan yang lebih banyak, serta kaki yang menjelajahi lapangan. Semuanya dilakukan demi keunggulan statistik yang diharapkan mampu memberikan mereka menuju hasil yang positif, yakni kemenangan. Menurut agen bola online, ambisi Spanyol seupaya selalu unggul dari segi statistik disetiap pertandingan bukanlah hal yang dipaksakan. Hal tersebut bahkan seharusnya bukan jadi ambisi lagi sebab anak-anak Spanyol memang sudah terbiasa bermain lewat umpan-umpan pendek.

Di gelaran Piala Dunia 2010, Spanyol mampu memamerkan hal tersebut. mereka selalu bisa mengakhiri laga dengan keunggulan ball possesion. Tapi tidak lawan-lawan mereka tidak pernah memegang bola. Hanya, saat lawan tengah memegang bola, yang dilakukan pemain Spanyol ialah mempersempit ruang agar bola tak dapat mengalir. Mereka tidak lagi gradakan bak banteng yang marah saat kehilangan bola.

Menurut agen bola terpercaya, Spanyol tidak lagi bermain seperti Spanyol era 80-an. Spanyol bisa dibilang gagal di Piala Dunia 2014 Brasil serta Piala Eropa 2016 Prancis. Alih-alih membuang para pemain yang tampil jelek kemudian menggantinya dengan yang baru dan lebih baik, Julien Lopetegui justru tetap mempertahankan beberapa nama yang ada pada titik terendah. David Silva, Andres Iniesta, Sergio Busquets, Jordi Alba, Gerard Pique, Sergio Ramos, dan David de Gea merupakan 7 pemain yang jadi saksi tersisihnya Spanyol di Piala Eropa 2016 dengan skor 2-0 oleh Italia. Tapi dibawah Loetegui, 7 pemain tersebut menjelma menjadi pemain vital di kualifikasi Piala Dunia.

Masteragenbola.com, agen bola sbobet terpercaya

Komentar